Banyak Sinetron TV yang tidak bermutu

Sejak kran kebebasan siaran TV Swasta berskala nasional  dibuka maka bermunculan TV swasta di Indonesia. Akibatnya terjadi persaingan antara Stasiun TV untuk merebut pasar dan perhatian pemirsa.

Saling berebut untuk mendapat rating tertinggi dan mengeruk iklan sebanyak-banyaknya untuk menghidupi rumah tangga penyelenggara stasiun TV.

Akibatnya banyak stasiun yang tidak memperhatikan baik-buruknya siaran tetapi yang penting bisa menarik perhatian pemirsa.

Sinetron-sinetron menjadi bagian penting bagi stasiun TV Swasta untuk dapat mengisi agenda siaran dan memenuhi jam tayang, serta penyedot iklan.

Masalahnya banyak adegan sinetron yang didominasi dengan adegan tidak bermutu dan memiliki kecenderungan merusak mental antara lain:

  1. Aksi kekerasan: pemukulan, berkelahi, menyakiti
  2. Aksi berpelukan dan berciuman tanpa kenal status
  3. Berpakaian seksi dan berpenampilan seronok
  4. Bertutur kata / dialog kasar: membentak, marah
  5. Adegan pembunuhan, penyiksaan, penganiayaan

Memang sulit dicegah jika motivasi stasiun TV hadir untuk berbisnis dan mencari keuntungan. Apalagi stasiun TV Lokal juga sudah bermunculan, maka semakin menumbuhkan Rumah Produksi untuk menghasilkan Sinetron…

Sebenarnya kondisi ini menjadi peluang bagi masyarakat untuk dapat menghasilkan produk bermutu dan mendidik masyarakat sendiri agar menjadi lebih baik.

Keberadaan Orang tua sangat penting disaat anak-anak melihat TV. Paling tidak dibuat rambu-rambu dan aturan bagi anggota keluarga ketika melihat acara-acara TV. Sehingga anak-anak tahu bahwa ada hal yang buruk dan tidak pantas dilihat atau ditonton dari setiap acara yang disiarkan stasiun TV.

About me