Beban manusia yang berat tetapi tidak bisa ditimbang

Mendengar dari berbagai pembicaraan manusia yang sering kita dengar beratnya untuk melakukan sebuah tindakan MEMAAFKAN.

Keikhlasan untuk memaafkan kesalahan orang lain sebuah beban yang tidak bisa ditimbang dengan timbangan barang.  Tetapi beban itu betul ada dan banyak dimiliki manusia.

Beban itu hinggap di hati manusia, tempat itu untuk memandu perilaku manusia.  Hati merupakan sarang motivasi dari seluruh perilaku manusia. Maka sangat berbahaya jika hatinya kotor dan penuh dengan berbagai motivasi yang buruk. Pastilah manusia akan terpandu untuk melakukan berbagai perilaku yang buruk.

Maka dalam sabda Rasulullah saw (Muhammad saw), ” Dalam tubuh manusia ada segumpal darah yang jika baik ia maka baiklah selainnya, dan jika buruk ia maka buruklah selainnya.”

Jika dalam hati para blogger tidak baik maka akan muncul postingan yang tidak baik. Jika dalam hati para facebooker tidak baik, maka pasti muncul status / wall di facebook yang tidak baik. dll….

Dalam sabda Rasulullah SAW: ” Jihad yang paling berat adalah melawan hawa nafsu”. Melawan keinginannya sendiri.

Beban barang dengan fisik yang sudah tua bisa diangkat. Tetapi melawan hawa nafsu, orang yang kuat dan sehat sangat berat /  tidak semua bisa mengalahkannya.

Melawan beratnya pikulan orang tua yang sudah lemah fisiknya bisa mengalahkannya atau mengatasinya. Dan mungkin tidak memerlukan orang lain.

Keinginan kita yang tidak baik kadang sangat berat untuk kita kalahkah sendiri, maka perlu bantuan orang lain.  Dengan bergaul dan berteman dengan teman-teman yang baik akan menolong kita untuk melawan hawa nafsu kita yang tidak baik. Adanya teman yang baik mengingatkan kita kepada kebaikan. Mengingat dari omongan / nasehat orang lain bisa mencegah keinginan buruk kita. Kebencian teman-teman terhadap perilaku buruk, mengingatkan kita dan menguatkan kita untuk menghindari perilaku buruk.

Selamat menghapus beban diri sendiri dengan melatih hati agar mudah memaafkan sehingga beban kita ringan.

About mdin