Golongan Manusia Yang Dilindungi Tuhan

Sumber gambar: republika.co.id

Sumber gambar: republika.co.id

Dari Nabi SAW, beliau bersabda: “Ada tujuh golongan yang bakal dinaungi oleh Allah di bawah naungan-Nya, pada hari yang tidak ada naungan kecuali naungan-Nya, yaitu:  Pemimpin yang adil, pemuda yang tumbuh dengan ibadah kepada Allah (selalu beribadah), seseorang yang hatinya bergantung kepada masjid (selalu melakukan shalat berjamaah di dalamnya), dua orang yang saling mengasihi di jalan Allah, keduanya berkumpul dan berpisah karena Allah, seseorang yang diajak perempuan berkedudukan dan cantik (untuk bezina), tapi ia mengatakan: “Aku takut kepada Allah”, seseorang yang diberikan sedekah kemudian merahasiakannya sampai tangan kirinya tidak tahu apa yang dikeluarkan tangan kanannya, dan seseorang yang berdzikir (mengingat) Allah dalam kesendirian, lalu meneteskan air mata dari kedua matanya.” (HR Bukhari)

1. Imam (pemimpin) yang adil

Rasulullah s.a.w. bersabda yang bermaksud:Sesungguhnya orang-orang yang berlaku adil di sisi Allah akan menduduki beberapa mimbar yang diperbuat daripada cahaya. Mereka ialah orang-orang yang berlaku adil di dalam pemerintahan, ke atas keluarga dan apa-apa yang ditadbir oleh mereka.

2. Pemuda tumbuh dewasa dalam beribadah pada Allah Subhanahu wa ta’alaa

Betapa beratnya seorang Pemuda melewati masa hidupnya menuju usia Dewasa, setelah usia 20 tahun.. Pada masa itu terjadi berbagai pergolakan batin dan pembentukan jati diri, dan dapat dikatakan usia produktif. Jika selama menjalani usia tersebut penuh dengan nuansa Ibadah kepada Allah swt tentu pemuda tersebut akan selamat dari godaan dunia yang penuh dengan jebakan setan.

3. Orang yang hatinya selalu terikat pada masjid

4. Dua orang yang saling mencintai karena Allah Subhanahu wa ta’alaa, berkumpul karena Allah dan berpisah karena Allah pula
Diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam kitab Shahih-nya dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Ada seorang lelaki yang ingin mengunjungi saudaranya di sebuah desa. Di dalam perjalanannya Allah Subhanahu wa ta’alaa mengutus seorang malaikat untuk mengawasinya. Ketika lelaki itu sampai padanya, malaikat itu berkata, “Kemanakah engkau akan pergi?’ Lelaki itu menjawab, ‘Aku ingin mengunjungi saudaraku di desa ini.’ Malaikat itu bertanya lagi, ‘Apakah engkau punya kepentingan dari kenikmatan di desa ini?’ Lelaki itu menjawab, ‘Tidak, hanya saja aku mencintainya karena Allah.’ Kemudian malaikat itu berkata, ‘Sesungguhnya aku adalah utusan Allah Subhanahu wa ta’alaa yang diutus kepadamu, bahwa Allah juga mencintaimu sebagaimana kamu mencintai-Nya.”

5. Seorang lelaki yang dirayu oleh seorang wanita yang mempunyai kedudukan dan kecantikan tetapi ia menolaknya seraya berkata ‘Aku takut kepada Allah’

Manusia diciptakan laki-laki dan perempuan. Kedua memang saling membutuhkan, dan memiliki kecenderungan untuk saling mencintai. Namun Islam memberi aturan agar cinta yang tumbuh tidak merusak ibadah kepada Allah swt. Manusia yang sudah dibelenggu dengan rasa senang dengan lawan jenis bisa menutup akalnya, sehingga yang berfungsi hanya perasaanya dan terwujud dalam hawa nafsu. Untuk mencegah agar cinta yang hidup dalam diri seorang manusia tidak merusak hubungannya dengan Allah swt maka Islam mengatur struktur kecintaan dengan mengaitkan pada ketakutan pada siksaNya.

6. Orang yang bersedekah sehingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diperbuat oleh tangan kanannya

7. Seorang yang berdzikir kepada Allah sendirian lalu menitikkan airmatanya

About mdin