Hemat Energi dengan Lampu "Energy Saving"

Kita ketahui bersama bahwa akhir-akhir ini negeri kita krisis energi sumber Listrik. Masak sampai harus pemadaman bergilir…. waduh ngerinya jika sampai kita kekurangan energi listrik. Padahal semakin lama listrik menjadi andalan kehidupan manusia era teknologi. Semakin banyak  keperluan rumah tangga yang bersentuhan dengan listrik..

Paling tidak penerangan rumah pasti sudah menggunakan listrik… Jika harus padam listrik, maka kegelapan akan menyelimuti rumah. Ada baiknya kita mulai berhemat energi listrik agar pemadaman tidak terjadi. Salah satu yang saya usulkan agar mulai mengganti lampu pijar dan neon diganti dengan lampu “energy saving”. Saya tidak ada pesan sponsor… cuma memahami keunggulannya kita dapat mengirit daya dan perawatan.

Beberapa tip menggunakan lampu “energy saving” untuk kebiasaan hemat energi, yang dapat kita lakukan agar lampu tersebut awet yaitu:

  1. Lampu digunakan untuk penerangan yang tidak sering dinyalakan dan dimatikan secara berulang, karena lampu ini ada komponen elektronik yang cepet rusak jika digunakan secara bergantina dan sering antara hidup dan mati.
  2. Lampu tidak tepat digunakan untk daerah dimana tegangan listrik sering naik turun, dengan jangkauan antara kenaikan 6% dan penurunan 10% dari tegangan yang seharusnya.
  3. Lampu tidak dipasang pada ruang yang tidak ada sirkulasi udara yang memiliki suhu panas ruang hingga 40 derajat  Celcius.
  4. Tidak digunakan untuk lampu dimer, yaitu lampu yang bisa disetel keredupannya dengan putaran tombol khusus.
  5. Lampu tidak dipakai untuk lampu emergency. Karena lampu emergency memiliki daya batterai yang tidak stabil. Semakin lama semakin redup, dan ini merupakan larangan terhadap penggunaan lampu energy saving.

Dah saya kira itu tips  pemakaian Lampu “Energy Saving”… agar awet dan membantu mengurangi pemborosan penggunaan energi listrik.. Kan enak kalau ada listrik bisa nge-net dan nge-blog… :)

About me