Hikmah Puasa: aspek fisik

Ramadhan telah tiba. Bagi yang berpuasa akan melaksanakan tata cara berpuasa. Secara fisik, berpuasa akan dilaksanakan dengan menahan makan dan minum selama kurang lebih 12 jam, sejak matahari terbit hingga terbenamnya matahari, untuk wilayah Indonesia.

Apa manfaat dari berpuasa dengan tidak makan dan minum?

Tubuh manusia dapat tumbuh dan berkembang karena adanya faktor makanan, yang berisi nutrisi dan berbagai vitamin lain yang diperlukan tubuh manusia. Demikian juga, tubuh manusia kadang terisi dengan zat-zat yang tidak diperlukan oleh tubuh manusia yang berupa zat-zat kimia, dan adanya racun yang tertinggal dalam tubuh manusia. Dengan adanya puasa, maka makanan dan minuman dapat dibatasi jumlah yang masuk.

Rasa lapar yang dialami disiang hari, menjadi kenikmatan tersendiri ketika berupaya agar bisa mengatasi hasrat mau makan dan hasrat mau minum ketika haus. Olah bathin dan menciptakan hipnotise dengan membangkitkan keyakinan bahwa puasa memiliki nilai yang sangat tinggi dihadapan Allah swt. Justru dengan aktifitas seperti biasanya, dikurangi sedikit untuk istirahat, ternyata mampu mengatasi hasrta makan dan minum.

Dengan perut kosong, dan bathin memiliki keyakinan bahwa lapar bukan merupakan sebuah penderitaan, mampu menghasilkan kondisi fisik yang lebih baik dan hasilnya badan lebih sehat.

Kerja usus, dapat istirahatkan dan dengan perlakuan yang teratur ternyata bisa memberikan dampak yang sangat baik bagi tubuh yaitu pembersihan kotoran yang ada dalam perut.

Nabi Muhammad SAW bersabda “Sumber dari segala penyakit adalah perut, perut adalah gudang penyakit dan berpuasa itu obat” (H.R. Muslim), menjadi bukti bahwa dengan berpuasa dapat memberikan kesempatan untuk bersih-bersih perut. Dan hasilnya, perut lebih sehat dan badan juga lebih segar. Cuci gudang penyakit dalam perut dengan berpuasa.

Berpuasa dengan niat ikhlas sebagai wujud ibadah dan ketaatan kepada sang khaliq bukan sekedar badan lebih sehat dan segar namun juga secara bathin ada kepuasan tersendiri.

About me