Iklan Esyariah: TAKABUR atau BOHONG ?

Sebenarnya kritikan ini karena renungan diri sendiri.  Tetapi untuk menjadi bahan renungan bersama, maka saya tuliskan di blog ini. Semoga ada manfaatnya.

Perhatikan banner dibawah yang saya ambil dari situs pajakonline pada sejam yang lalu.

Banner yang perlu diubah

Banner yang perlu diubah

Yang perlu dicatat, saya bukan apa-apanya dengan Ustadz kecuali saya hanya mengenalnya dari TV dan media lain. Demikian juga saya tidak terkait dengan situs atau program yang sedang dibuat. Tetapi saya memiliki ketertarikan pada beberapa hal dari Ustadz ini.

Namun dengan Banner diatas saya punya pendapat lain dan belum dapat menerima begitu saja kalimat yang tertulis. Komentar terhadap banner diatas menurut saya: Mengandung unsur ketakaburan, karena tidak ada yang bisa menjamin bahwa bersama Ustadz YM dan siapapun (bahkan Nabi Muhammad pun tidak bisa mengislamkan Pamannya) akan Sukses Dunia akherat. Selama masih hidup maka yang betul manusia masih selalu berusaha dan berupaya supaya Sukses Dunia dan berharap sukses Akherat.  Jika sudah pernah Sukses Dunia dan terbukti sudah sukses Akherat maka baru bisa mengatakan seperti dalam banner tersebut.

Kalimat dalam banner menyiratkan sebuah kepastian atau seperti janji, padahal itu masih berupa harapan. Kita telah diajari oleh Allah swt, jika mengucapkan janji sebaiknya ada tambahan INSYA ALLAH, yang menunjukkan bahwa sebagai manusia menyadari akan kelemahannya.
Jadi masukan koreksi banner diatas, misal:  INSYA ALLAH (atau MENGGAPAI atau MENGHARAP, dll) Sukses Dunia Akhirat bersama Ustadz YM.

Banner yang baik

Banner yang baik

Kadang ada yang mengatakan “… itu maksudnya memang begitu, tetapi itu kan hanya sebuah iklan… Karena bahasa iklan tidak pantas pakai INSYA ALLAH… “.

Renungkan… Allah swt tidak pernah mengajarkan kalimat atau kata yang tidak jelas dalam Al Qur’an. Semua tertulis secara jelas dan tanpa penjelasan maksud lain.

Semoga kita hati-hati dalam membuat pernyataan jangan sampai berlebihan bahkan melupakan kodrat kita sebagai manusia. Jangan sampai terlena karena mengejar target atau popularitas atau ingin bombastis atau untuk meyakinkan untuk mendapatkan anggota dalam sebuah bisnis atau agar laris dagangannya, dll. Tetapi kalau selama kita masih sebagai manusia (sekalipun sudah terkenal) maka tetap tidak ada jaminan apa yang kita ucapkan itu dapat terwujud tanpa bersandar pada-NYA. Jika saat ini sudah ada buktinya, itukan sukses sampai saat ini dan untuk seseorang yang sudah mengalaminya. Masa depan masih gelap bagi manusia. Padahal namanya Rezeki itu ada ditangan Allah swt, dan kita hanya berusaha dan memohon.

Saya rasa banner diatas hanya sebuah kekhilafan, tetapi tidak baik jika berlama-lama ditayangkan..

Semoga dapat bermanfaat dan mengambil ibrohnya.

About mdin