Indonesia pasca Pemilu 2009

Tidak lama lagi….  2 minggu-an ajang mencontreng akan digelar. Tanpa mengecilkan peran KPU, kali ini gema PEMILU sepertinya belum kenceng.  Tidak seperti pemilu tahun-tahun yang lalu, PEMILU nampak gayeng dan semua orang merasa optimis akan mencoblos.. meskipun tetep ada yang GOLPUT.

Tapi kali ini istilahnya tidak mencoblos lagi tapi mencontreng. Kata itu belum populer secara publik di media karena promosi KPU kurang gencar, masih kalah dengan sinetron dan iklan Partai Politik. Justru  para caleg dan partai yang sosialisasi karena peduli kepada masyarakat dengan berharap dapat simpati dan menjadi pilihan.

Jargon PEMILU 2009 jg tidak muncul.. kalau dulu INGA’ INGA’.. sangat nyaring, kali ini apa?

Ini hanya renungan pasca PEMILU, muncul fenomena:
1. Akan banyak orang kecewa, karena banyak caleg yang gagal. Kecewa karena sudah keluar duit banyak ternyata tidak jadi.

2. Banyak orang malu, karena sudah terlanjur publikasi dimana-mana ternyata kalah dengan orang lain.

3. Banyak orang bermasalah, Karena uang kampanye caleg ada yang dari hutang. Harapannya jadi Aleg dan bisa dapat ganti ternyata gagal dan habis uangnya mungkin malah menanggung hutangnya.

4. Banyak orang protes. Karena salah hitung, salah tafsir, banyak suara yang gugur atau tidak jelas.

5. Banyak orang kelelahan. Karena para petugas dan saksi di TPS harus kerja ekstra agar tidak salah hitung, dan terlalu banyak kolom yang harus diisi.

6. Banyak sampah, karena mungkin bendera dan gambar caleg tidak diambil atau dibuang begitu saja.

7. Pemulung kayu dan plastik panen. Karena banyak bekas atribut partai atau caleg yang dibuang.

8. Banyak pengamat politik di masyarakat, karena hasil pemilu dapat dilihat langsung melalui televisi, radio, internet, koran dll.

9. Banyak yang saling menyalahkan, karena tidak puas dengan keputusan hasil pemilu.

10. Internet penuh dengan cacian dan kata-kata pedas bertebaran.

Semoga semua hal diatas tidak terjadi dan sebaliknya, masyarakat tenang dan gembira karena dapat menyelenggarakan PEMILU yang dapat mengakomodasi banyak pihak…

Kalau menyalahkan negara atau pemerintah atau DPR atau KPU atau PARPOL saya kira tidak tepat.. lebih baik koreksi diri, karena ini bagaimanapun juga negeri kita dan milik kita dan menjadi tanggungjawab kita juga.

About me