[Jogja Istimewa] Rebranding Jogja Perancangan Logo & Tag Line Jogja

Tagline baru untuk rebranding Yogyakarta diumumkan berupa kata “istimewa” sebagai pengganti tagline lama “Never Ending Asia”. Sedangkan logo barunya berupa tulisan “jogja” dengan huruf kecil semua. Tampilan logo dan tagline menggunakan warna merah bata dengan latar belakang putih.

Logo dan Tag Line Jogja yang baru

Logo dan Tag Line Jogja yang baru

Pengumuman disampaikan Tim 11 yang selama ini menjembatani masyarakat dengan pemerintah DIY untuk memberikan usulan logo dan tagline baru. Siap asaja yang tergabung dalam  TIM 11? Berikut sosok-sosok yang berperan dalam menentukan logo baru Jogja:

  1.     Herry Zudianto, Tokoh Masyarakat, Ketua PMl DIY (Koordinator)
  2.     Butet Kertarajasa, Seniman, Budayawan
  3.     Sumbo Tinarbuko, Dosen DKV FSR ISI Yogyakarta, penggiat Jogja Darurat Logo
  4.     Ong Hari Wahyu, Seniman, Desainer Grafis Senior
  5.     Ahmad Noor Arief, Direktur Utama Dagadu Djokdja
  6.     Marzuki Mohamad, Seniman, Founder Jogja Hiphop Fondation
  7.     dr. Tandean Arif Wibowo, IMA Yogyakarta
  8.     Waizly Darwin, CEO Marketeers, Markplus
  9.     M. Suyanto, Amikom Yogyakarta
  10.     Fitriani Kuroda, Jogja International Heritage Walk
  11.     M. Arief Budiman, P3I Pengda DIY

Logo baru memiliki konsep yang menguatkan logo baru.

jogja-istimewa-2

Konsep Logo Jogja ini menggunakan huruf kecil, yang melambangkan egaliterisme, kesederajatan dan persaudaraan. Dengan warna merah bata, sebagai warna perlambang keraton dan spirit keberanian untuK mewarnai zaman baru (masa depan) berbekal akar budaya masa lalu yang diperkaya keariian lokal yang genuine.

jogja-istimewa-1a

Konsep Logo Tipografi. Untuk mewakili  kekuatan akar budaya masyarakat Yogyakarta, logo menggunakan jenis font original yang didesain berdasarkan Aksara Jawa. Dengan font modern, simple dan dinamis, namun tetap berpijak pada ruh tradisi dan kebudayaan Yogyakarta. Bentuk logo yang simple, modern, progresif ini juga merupakan manifestasi semangat Youth, Women, Netizen.

jogja-istimewa-7

“ Tekad “9 Renaisance”yang menjadi cita—cita arah i pembangunan Yogyakarta, tercermin dalam angka “9” pada huruf“g”. “9 Renaisance”tersebut dimanefestasikan dalam slogan gerakan “Jogja Gumregah”dalam bidang l. Pendidikan, 2. Pariwisata, 3.Telknologi, 4. Ekonomi, 5. Energi, 6. Pangan, 7. Kesehatan, 8. Keterlindungan Warga, 9.Tata Ruang dan Lingkungan. Dimana untuk mencapai tekad “Jogja Gumregah”tersebut, “Kebudayaan”al<an selalu menjadi”Payung”dan“Arus Utama” dalam mencapai kemajuan.

Titik dalam ”J”dalam bentuk”Biji”dan ”Daun”, juga lubang pada huruf”C-1″, melambangkanfilosofi”Cokro Manggilingan; Wiji Wutuh, Wutah Pecah, PecahTuvvuh, Dadi Wiji”, yang akan menjadi pedoman untuk pembangunan yang ”lestari”dan ”selaras dengan alam”untuk lingkungan hidup yang lebih baik.

Filosofi. Huruf“G”dan “J”yang saling memangku dan bersinggungan melambangkan semangat”Hamemayu Hayuning Bhawana”yang menjadi pedoman bagi setiap pemimpin dan pengampu kebijakan untuk selalu “bercermin di kalbu rakyat”agar bisa menjadikan dirinya sebagai “pelayan rakyat sejati” untuk mewujudkan pembangunan yang “memanusiakan manusia”nya.

Konsep Logo Warna Resmi Warna merah (M: 100, Y: 100, K: 10) yang digunakan sebagai warna resmi logo ini adalah warna yang berasal dari Lambang Keraton. Merah, simbol keberanian, ketegasan, kebulatan tekad yang utuh untuk. Warna merah di atas putih ini juga menggambarkan Jogja yang selalu menyimpan run ke—lndonesia—an yang berdiri kokoh di atas sejarah panjang kebudayaan unggul Nusantara.

jogja-istimewa-5

Fleksibilitas Warna. Selain warna merah sebagai warna resmi, logo ini juga dirancang memiliki fleksibilitas untuk diadaptasikan dengan warna—warna lain sebagai implementasi konsep salad bowl, yang menampung kekhasan akar budaya maisng—masing stake holderyang mewarnai Jogja, membentuk kemajemukan yang ber—Bhinneka Tunggal lka.

Manifestasi Tagline istimewa Setiap Pemimpin, Pejabat Pemerintahan, bahu membahu bersama warga masyarakat/ manunggal kawula-gusti”dalam semangat“Golong Gilig” untuk mewujudkan ”Jogja lstimewa” Agar”manunggal kawula—gusti”terwujud sebagai sarana menCapai”maqom keistimewaan”tersebut, maka pedoman “ing ngarsa sung tuladha, ing madya mangun karsa, tut wuri handayani”harus dihidupkan kembali dan dipegang teguh. Progresif. Untuk bisa bersaing di dunia global, transparansi dan keterbukaan saja tidak cukup, tapi juga harus perform dan kreatif agar bisa bersaing dengan kota—kota yang lain. lntegritas. Selarasnya antara pikiran, perkataan dan perbuatan.

jogja-istimewa-7

Arti Tagline ISTIMEWA ~ (kata benda) yang berarti beda dan lebih baik dari yang lain. lnggris; (verb) beyond special. ISTIMEWA is more than special distinctive, divine, excellent or extraordinary. ISTIMEWA is the most unique word on earth, no single english word can replace it. Tidak harus menggunakan bahasa lnggris untuk tagline, karena kita bisa bangga dengan bahasa ibu kita. Secara pengucapan, kata “istimewa”adalah kata yang mudah diucapkan oleh lidah warga internasional. ISTIMEWA bukan hanya sekedar”status politik”namun menjadi ”ruh”peri—kehidupan di Yogyakarta yang diwujudkan dalam laku ”kerja keras”untuk mencapai “maqom keistimewaan” tersebut agar bisa menjadi lebih baik dari yang lain.

jogja-istimewa-8

”Branding Jogja Istimewa” harus menjadi ”pusaka”peradaban hari ini yang akan menjadi pedoman arah pembangunan Yogyakarta. Pemerintah Provinsi Daerah lstimewa Yogyakarta membentuk semacam ”Dewan City Branding”yang akan mengawal implementasi dan internalisasi gerakan ”Jogja Gumregah”bagi seluruh pegawai pemerintahan dan pegawai melalui surat keputusan Gubernur agar rumusan yang ”istimewa” ini tidak terbengkalai. Dewan City Branding adalah warga sipil non—birokrat yang secara independen mewakili elemen—elemen masyarakat agar ruang diskusi dan partisipasi publik selalu terbuka.

jogja-istimewa-10 jogja-istimewa-9 jogja-istimewa-logo-aplikasi jogja-istimewa-11

Sumber : http://www.slideshare.net/waizly/jogja-istimewa-city-branding

 

About mdin