Kebijakan penggunaan Akses Internet

Akses Internet kini kian mudah didapat. Berbagai provider menawarkan akses murah dan mudah. Pengguna yang bertambah banyak memberikan angin segar bagi provider berlomba merebut pasar untuk memperoleh keuntungan.

Untuk pasar perorangan seperti pengguna di rumah, handphone, hotspot di beberapa tempat sangat disukai oleh provider jika para pengguna mau memakai layanannya semakin sering dan lama, atau mengeruk dan melempar data sebanyak-banyaknya.

Karena provider untuk perorangan menggunakan penawaran time based atau volume based dan dapat dipakai secara eceran, misal hanya beberapa jam atau hanya beberapa Mb.

Untuk pasar institusi, perkantoran, perusahaan atau lembaga biasanya ditarget sebagai pengguna yang menggunakan tawaran flat, artinya bayarnya tetap tapi dapat memakai 24 jam sehari dan 7 hari seminggu, atau data yang dikirim dan diterima tanpa batas. Yang diatur pada bandwidthnya, yaitu lebar jalur kirim dan terima data.

Dari dua jenis itu, yang penting bagi pengguna adalah perlunya kebijakan baik secara personal maupun institusi dalam penggunaan akses internet.

Secara umum, akses ke situs yang mengandung materi pornografi, ditutup. Secara khusus, tergantung pada kebutuhan dan tinjauan kepentingan masing-masing lembaga.  Misal lembaga pendidikan, perlunya pengaturan pada pemblokiran terhadap situs yang mengarah pada hiburan, game, situs-situs  pembajakan cracking, situs periklanan, dan situs yang tidak sejalan dengan visi dan misi lembaga. Bagi lembaga bisnis, situs-situs tentang periklanan dan jaringan sosial bisa diterima dan dimanfaatkan sebagai bagian dari periklanan.

Kebijakan penggunaan ini perlu disepakati dan disosialisasikan sehingga semua menyadari dan tidak menimbulkan ketidaksukaan pada pengelola atau admin jaringan. Justru situs yang sesuai dengan visi misi ditampilkan dalam daftar link secara jelas dan mudah diakses.

Ahh itu aja…  selamat mengelola dan mengakses internet secara bijak.

About me