Kemacetan di Kota-kota Indonesia makin Parah

macet-1Setiap hari mengantar anak ke sekolah, dan berangkat ke kantor selalu ditemukan antrian kendaraan roda 4 dan roda 2 yang tidak sedikit. Kalau sudah ketemu teman, sekarang salah satu tema pembicaraan adalah kemacetan. Meskipun Jogjakarta tidak separah di Jakarta, tetapi tanda-tanda Jogja akan macet total juga sudah ada jika kondisi seperti saat ini tidak ada perubahan kebijakan pemerintah. Sekarang sudah terasa misal, paling tidak untuk melewati satu APILL bisa 2-3 kali merah, atau lebih.


macet-2Saya juga tidak yakin Bp JOKOWI Gubernur DKI akan bisa mengatasi kemacetan di Jakarta, meskipun sudah jadi presiden. Seratus persen tidak yakin JOKOWI akan bisa mengatasi kemacetan di Jakarta, kalau hanya mengandalkan kemampuan koordinasi antar kepada daerah di sekitar Jakarta, seperti yang dijanjikan.

Kita amati, kemacetan disebabkan beberapa faktor:

  • promo-1Jumlah kendaraan semakin banyak. Jumlah ini disebabkan karena ada faktor teknologi yang berkembang yaitu komputer. Apa hubungan perkembangan komputer dan kemacetan ? Dengan komputer yang semakin canggih dapat melakukan perencanaan pabrik kendaraan yang canggih, dan serba otomatis (90%), akibatnya produksi kendaran melimpah. Efek berikutnya, pemasaran kendaraan harus semakin giat agar tidak ada penumpukan kendaraan di gudang dan proses produksi tidak mandeg. Sistem cicilan banyak diselenggarakan oleh berbagai pihak untuk memperlancar “pembuangan kendaraan ke masyarakat” dan tentu mendapatkan keuntungan.  Bahkan sistem target yang dipaksakan kepada para sales membuat kendaraan di tangan konsumen semakin mudah. Asal laku, target sales terpenuhi, target perusahaan terpenuhi, dsb. Sistem Diskon, hadiah, bonus, dll digulirkan demi menjaring konsumen.

 

 

 

  • Kapasitas jalan terbatas. Perkembangan jumlah kendaran yang lewat dijalan tidak seimbang dengan penyediaan sarana transportasi berupa jalan.  Jalan sekarang dipenuhi oleh kendaraan yang parkir dan kendaraan yang bergerak melintasi jalan tsb. Dengan semakin bertambah kendaraan yang tidak diperkirakan oleh pemerintah maka akan membuat jalan semakin padat setiap hari. Kepadatan kendaraan setiap hari dipastikan selalu meningkat karena setiap bulan para sales bekerja dan memastikan kendaraan harus laku dibeli kosumen dan pasti kendaraan tersebut akan menambah kepadatan jalan. Jalan seharusnya dievaluasi: mana yang dilebarkan, mana yang ditambah jalur baru, dsb.
  • Budaya masyarakat Konsumtif. Masyarakat Indonesia termasuk dalam kategori konsumtif dibandingkan dengan negara lain. Mental masyarakat sudah dibaca dan dipegang oleh para pengusaha. Masyarakat senang dengan hal-hal yang baru, ngetrend, senang bergaya wah, bangga dengan barang baru atau terlihat mewah, dll. Karena hal seperti itu ada di Indoesia maka para pengusaha melihat Indonesia merupakan pasar yang potensial. Meskipun tidak ada uang cukup, dan tidak punya kebutuhan yang sangat penting, masyarakat bisa membeli dan merasa harus membeli dengan cara mencicil dan hutang.  Produsen kendaran akan memproduksi kendaraan yang selalu berbeda setiap periode, meskipun yang diubah hanya beberapa bagian saja. Dan masyarakat terpengaruh dengan iklan yang diciptakan para produsen, dan masyarakat juga senang berbangga dengan hal yang baru.
  • Regulasi umur kendaraan tidak dibatasi. Karena masyarakat kita itu merupakan peralihan dari terbelakang ke maju, maka kondisi masyarakat juga bervariasi. Ada yang masih miskin dan ada yang sangat kaya. Kendaraan lama yang sudah berusia puluhan tahun banyak yang masih berlalu lalang dijalan.  Dengan alasan ekonomi dan tidak mau terlilit cicilan, maka kendaraan yang tua masih dirawat dan digunakan untuk aktifitas. Sehingga kita bisa melihat kendaraan berbagai tahun pembuatan tetap ada di jalan.  Jalan raya merupakan kumpulan kendaraan berbagai tahun, dan melaju di jalan yang sama. Bahkan penggemar kendaraan tua dan antiq semakin banyak dan eksis. Bisa dibayangkan, jumlah kendaraan tidak berkurang, tetapi justru bertambah.
  • Budaya tertib di masyarakat masih rendah. Ketaatan masy arakatparkir-1terhadap ketertiban berlalu lintas juga rendah.  Berbagai pelanggaran terjadi misal: menerobos lampu APILL, parkir kendaraan di sembarang tempat, tidak senang antri dibelakang dan maunya didepan (lihat antrian kendaraan saat ada  kereta api mau lewat),  dll.

Kemacetan di kota-kota di Indonesia akan menjadi kenyataan dalam beberapa tahun kedepan.  Sebagus apapun kendaraannya, akan memiliki kecepatan yang sama ketika di jalan, yaitu sama-sama lambat karena macet. Apa dampak itu semua?  silakan direnungkan keuntungan dan kerugian dengan kondisi kemacetan yang terjadi….. !!!!

 

About mdin