Mencermati fungsi Quick Count

Berbagai pemilihan dalam suatu daerah kini dapat dipantau dengan adanya saksi. Namun beberapa tahun terakhir, Indonesia muncul tren dan metode yang populer di msyarakat dengan adanya quick count (PENGHITUNGAN CEPAT). Quick Count dilakukan dengan cara tertentu atau menggunakan metode tertentu yang hanya diketahui oleh penyelenggara quick count yang tahu.

calon-pilpres-crop

 

 

 

 

 

Pemilihan Kepala Dukuh, Pemilihan Kepala Desa, Pemilihan Bupati, Pemilihan Gubernur,  Pemilihan Umum Anggota Legislatif dan Pemilihan Presiden merupakan obyek yang dapat dikerjakan oleh para penyelenggara quic count.

Pada Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden tahun 2014, sangat rawan dengan adanya kepentingan berbagai pihak dan terutama antar dua pihak yang sedang berkompetisi menjadi presiden dan wakil presiden. Fungsi Quick Count yang seharusnya menjadi bahan evaluasi internal masing-masing pihak sudah menjadi seolah-seolah pemilihan sudah selesai. Dengan adanya Quick Count seolah-olah Penghitungan suara sudah selesai. Padahal biaya yang dikeluaarkan negara sangat banyak, dan prosesnya belum selesai namun sudah muncul pernyataan bahwa hasil akhir sudah diketahui. Saya sering merasa penasaran dan bertanya bagaimana quick count itu hasilnay dapat dipercaya dan dipertanggung jawabkan?

Di Indonesia penyelenggara Quick Count tidak ada yang mengumumkan  metode yang digunakan dan bagaimana cara mengambil data dan mana hasilnya dari setiap pengambilan data tersebut?

Para penyelenggara quick count seharusnya mulai membuka diri dan jujur dalam bekerja sehingga masyarakat dapat menilai mana yang benar datanya dan mana yang dapat percaya. Masyarakat Indonesia juga harus berani bertanya dan berani menerima kenyataan dalam menyikapi perbedaan yang terjadi antara quick count dan real count.

Pada pemilihan presiden dan wakil presiden 2014 memiliki keadaan yang sangat rawan karena perbedaan antara dua pihak berdasar yang hasil perhitungan  oleh quick count sangat sedikit selisihnya dan tidak signifikan. Perbedaan 4 % sangat dekat dan dapat dimungkinkan berbeda..

Jangan sampai Quick Count menjadi sumber perpecahan dan merusak sendi kehidupan bangsa yang sangat mahal harganya yaitu kesatuan bangsa.

Saya sebagai warga negara akan menerima siapa presiden yang terpilih dan yang penting kemajuan Indonesia menjadi lebih baik dan rakyat semakin sejahtera. Agenda tersembunyi dari masing-masing pihak yang sering muncul di berbagai media sosial semoga tidak ada dan tidak nyata. Kekhawatiran yang sering dimunculkan diberbagai media sosial tidak terlaksana dan sebaliknya kebanggaan dan kebaiikan yang muncul dan terlaksana.

About mdin