Mengenang Gerhana Matahari Total 2016

Gerhana Matahari Total merupakan peristiwa alam yang dirancang oleh Sang Pencipta yang Super Canggih. Tanpa restu dan skenario yang dibuat oleh Allah swt maka Gerhana Matahari Total tidak dapat berlangsung. Meskipun perhitungan terjadinya gerhana sudah diperkirakan jauh-jauh hari bahkan bulan atau tahun oleh pihak yang konsen dalam urusan Geofisika. Dengan diketahuinya akan terjadi peristiwa alam yang sangat langka tersebut membuat manusia melakukan berbagai aktifitas untuk menyabutnya, melihatnya, mengabadikannya dan merenungkannya serta mensyukurinya.

Gerhana Matahari Total, Sumber gambar: news.liputan6.com

Gerhana Matahari Total, Sumber gambar: news.liputan6.com

Peristiwa Gerhana Matahari Total tersebut hanya salah satu dari peristiwa besar yang lain yang dibuat oleh Allah swt setiap saat, baik yang diketahui dan disadari oleh manusia atau tidak. Peristiwa besar yang harus disyukuri setiap hari adalah sinar matahari yang selalu memancar hingga ke bumi dari jarak yang jauhnya diluar kemampuan manusia untuk menjangkaunya. Matahari yang selalu memanasi bumi setiap hari dengan durasi yang berbeda tergantung posisi di bumi.

Peristiwa paling besar yang akan ditakuti oleh manusia adalah kiamat, yaitu peristiwa kehancuran kehidupan bumi dan akan diganti dengan kehidupan baru.  Peristiwa yang satu ini, tidak ada yang bisa menebak kapan akan terjadi. Informasi tentang kiamat tidak dapat dibuat oleh manusia.

Jangankan kiamat. Gempa bumi yang terjadi di berbagai tempat belahan dunia tidak ada teknologi yang mampu untuk menghitung saat akan terjadi. Teknologi yang ada masih sebatas pelacakan lokasi kejadian dan pengukuran besar kekuatan gempa bumi. Inilah salah satu kekuatan yang Sang Pencipta yang tidak dapat dikalahkan oleh manusia.

Dengan peristiwa gerhana matahari total yang terjadi di Indonesia tahun 2016, merupakan bentuk teguran kepada Manusia bahwa kesombongan manusia di hadapan Sang Pencipta tidak ada artinya. Kesombongan manusia dari ukuran kepandaian tidak ada artinya, dari ukuran jabatan apalagi tidak ada artinya, dari ukuran kekayaan juga tidak ada artinya, dari ukuran paras wajah juga tidak ada artinya, dan semua hal yang menempel pada diri manusia secara fisik dan non fisik tidak pantas untuk disombongkan.  Perasaan hebat karena kepandaiannya, kecerdasannya, kekayaannya, ketampanan wajahnya, ketinggian jabatannya, dll hanya bersifat sementara. Bahkan kesombongan merupakan bentuk gerhana bagi manusia untuk mendapatkan Rahmat dari Allah SWT Sang Pencipta.

Semoga kita terhindar dari Gerhana Rahmat Allah SWT…

 

 

About mdin