Misteri Crop Circle Sleman Yogyakarta dan Tanda-Tanda Buatan Manusia

Sebuah situs membeberkan misteri Crop Circle yang ada di Berbah, Sleman, Yogyakarta. Meskipun keaslian pengakuan mahasiswa tersebut dipertanyakan, paling tidak dapat dijadikan masukan untuk mengungkap misteri corp circle dengan dipadukan hasil analisis forensik dari LAPAN.

warga heboh crop circle berbah sleman

Namun berita di media sudah terlanjur heboh dan judulnya juga beragam:

Jika Crop circle dibuat manusia, maka bisa dilihat beberapa tanda-tanda antara lain:
1. Jejak kaki manusia: Bekas jejak kaki (sepatu) baik menuju lokasi atau pada tempat dimana padi roboh akan kelihat sedikit banyak lumpur nempel di pohon. Apalagi pada saat ini hujan terjadi dimana-mana, maka perlu dipastikan bahwa ada jejak kaki manusia atau lumpur yang menempel pada pohon padi.

3. Ada batang pohon padi yang terinjak dan masuk ke dalam tanah.

Corp circle bukan buatan manusia tidak rapi dan banyak cacat

2. Hasilnya tidak rapi atau tidak berpola (agak acak-acakan). Jika manusia tsb baru membuat pertama kali pasti tidak rapi. Meskipun seorang yang pandai dan sangat teliti maka pasti ada bagian yang tidak rapi. Apalagi manusia tersebut tidak memiliki wawasan medan persawahan yang digunakan tumbuh padi, ada bagian yang tidak merata dan bisa dipastikan ada unsur terpeleset atau terjebak dalam lumpur.

4.  Pola yang dipakai pasti yang mudah diukur, misal berupa lingkaran. Lingkaran lebih mudah karena ada yang menjadi pusat dan ada yang berputar. Nah pada saat memutar pasti ada bekas kaki.

Misteri pembuat crop circles berbah sleman

5. Alat yang digunakan membekas,  Alat untuk merobohkan padi akan membekas pada batang padi.  Jika batang padi sangat lemah dan roboh karena tekanan benda pasti ada batang padi yang patah atau rusak karena tekanan. Tanda-tanda patahan pasti nampak.

6. Alur kaki manusia harus nampak sejalur dengan arah pohon padi roboh.

Jika beberapa hal diatas ada pada lokasi corp circle maka bisa dipastikan itu buatan manusia.

============

INILAH.COM, Jakarta – Meski direktur Beta-UFO Bayu Amus mengatakan tak bisa bertindak jauh di lokasi Crop Circle (CC), namun karakteristik fisik tanaman disana menunjukkan CC itu asli.

rekaulang corp circle teridir unsur lingkarang dan searah jarum jam

reka ulang corp circle terdiri unsur lingkaran dan searah jarum jam

Pria yang akrab disapa Bayu ini menjelaskan pada INILAH.COM terdapat beberapa hal yang ditemukan saat penyelidikan di lokasi membuatnya menyimpulkan bahwa CC itu asli. Pertama, batang padi yang ada disana tak ada yang patah, “Jadi Cuma roboh seperti ditidurkan”.

Menariknya, pada dalam waktu sehari batang padi itu sudah mulai berdiri tegak kembali. Jika itu merupakan rekayasa yang biasanya karena injakan maka batang biasanya akan patah. Kedua, setelah melakukan pengamatan, tak ada jejak mesin, manusia atau hewan.

Ketiga, robohnya batang padi tersebut searah jarum jam. Meski ciri lain seperti panas atau gelombang elektromagnetik tak terlalu terlihat, karakteristik fisik yang ada menunjukkan bahwa batang itu tak patah, hanya dirobohkan hingga bengkok.

Ciri-ciri Crop circles Berbah Sleman Yogyakarta tidak ada bekas manusia hewan mesin

Ciri-ciri Crop circles Berbah Sleman Yogyakarta tidak ada bekas manusia hewan mesin

Secara sekilas tak ada gangguan elektromagnetik, radiasi pun belum bisa diperiksa, katanya. Namun, Bayu menyatakan bahwa jika lembaga penelitian serius mau berpartisipasi dan mengeceknya pada level mikroskopik, maka keabsahan bisa lebih kuat.

Pada CC asli biasanya tanaman mengalami perubahan, misalnya sendi-sendinya membengkak dan tak patah. Kemudian, batang yang tadinya lurus akan berbelok dengan sempurna. “Sayangnya, hal ini tak bisa diamati karena sudah diamankan polisi”.

terjaga oleh police line garis polisi corp circle sleman

About mdin