Pemilu 2009 dan Teknologi Informasi

Pemilu 2009 tinggal beberapa jam lagi..

Terasa beda antara pemilu 2009 dan yang sebelumnya.. Kalau masalah yang berkaitan dengan banyaknya kejanggalan DPT, kesiapan Kartu suara,  dll yang berhubungan dengan KPU tidak akan saya bahas. Sudah banyak yang membahas.

Tadi malam pas buka Facebook.. (hee..hee sekarang sudah punya, setelah selama berbulan-bulan tdk tertarik untuk punya akun di fesbuk…) ada yang mengagetkan.. adanya ajakan untuk menjadi supporter terhadap sebuah group “SAY NOT TO [capres]……”.

Aku ingat ketika tahun 1998 sebelum pak Suharto lengser, pengguna dunia TI juga sudah menyuarakan akan ketidaksukaannya pada Keluarga dan kerabatnya pak Harto melalui internet.. Terasa lepas dan puas kalau habis membaca banyak analis yang begitu berani membahas dan berpendapat yang dapat dikategorikan informasi underground.

Pemilu 1999 dan 2004 saya lihat penggunaan TI biasa saja.. nampaknya semua berusaha untuk memenangkan dan tidak  banyak yang saling menjatuhkan atau ketidaksukaannya ditampilkan secara terbuka.. dan ramai.

Baru 2009, di era pasca Obama Sukses dengan FaceBook, nampaknya para politisi ikut ramai menggunakan FaceBook sebagai sarana kampanye dan menggaet pemilih. Namun ada arus yang melawan dengan para caleg dan politisi.. yaitu masyarakat Facebook yang juga rakyat Indonesia.. mulai kritis akan nasib bangsa ini.. Sehingga ada yang khawatir atas munculnya tokoh-tokoh yang menurut masyarakat Facebook tidak kredibel.. untuk memimpin bangsa.

Kabarnya…. group diatas sudah diikuti oleh puluhan ribuan lebih pengguna facebook. Dan sudah ditutup [dibredel],.. tapi  muncul lagi pada saat saya diundang sudah ada 20 ribu lebih..

Memang di Era TI seperti ini, sebaiknya pemimpin bangsa dipegang oleh Personal yang memiliki kapasitas yang cerdas, berpendidikan Tinggi, berwibawa, Berani, Menjaga aset bangsa termasuk BUMN, Percaya dengan kemampuan dirinya dan tidak menonjolkan faktor keturunan, Berwawasan ke depan terhadap nasib Bangsa bukan nasib Parpolnya, melek TI lebih bagus, bisa bahasa Inggris lebih bagus, Memiliki kemampuan manajerial yang baik, Berani dialog dengan masyarakat,.. dll.

Apalagi di era masyarakat melek TI maka sebaiknya Presiden Indonesia adalah sosok yang tidak alergi dan takut dengan kritikan… karena dunia maya sangat keras dan tidak dapat dicegah berhamburannya kritikan yang kritis, tajam, cerdas, dan.. ada juga yang wathon… dan tidak sedikit yang tidak bertanggungjawab…

Nahh.. sambil menunggu masa contrengan dan hasil PEMILU 2009..

Mari kita jaga kenyamanan lingkungan, kita mencoba menahan diri untuk tidak terpengaruh jargon-jargon parpol dan caleg… Toh itu kreasi parpol dan caleg dalam masa kampanye.

Kita tunggu hasil Contrengan rakyat Indonesia besok Kamis 9 April 2009.   Selamat memilih Parpol dan Caleg yang berkualitas.. baik.

Selamat Datang Indonesia pasca Pemilu 2009..

About me