Pemilu 2009 pesta Demokrasi dan kolom caleg

Pepatah lama yang menyatakan PEMILU sebagai merupakan peristiwa Pesta demokrasi mungkin masih berlaku. Apalagi saat ini jumlah partai tidak dibatasi, yang mau mencalonkan presiden juga tidak dilarang, asalkan semuanya memenuhi syarat yang disepakati. Kesepakatan juga dibuat berdasarkan keinginan bersama.

Sebenarnya dengan kondisi PEMILU 2009 yang serba beda dengan sebelumnya, perlu dipikirkan dan dievaluasi nantinya apakah hasil pemilu yang seperti saat ini bisa menghasilkan para wakil yang berkualitas? Kelemahan yang sangat mencolok dari PEMILU kita yaitu tidak adanya fit and propertest bagi setiap caleg. Semua hanya berdasarkan syarat administratif, bukan pada hasil tes kualitas dan integritas caleg.

Yang dikhawatirkan adalah pada saat pemilu berlangsung, dimana setiap TPS harus mencermati untuk menentukan keabsahan sebuah kartu suara, karena sistem contreng lebih banyak menimbulkan peluang untuk salah. Ditambah lagi, para petugas TPS harus menghitung secara detail suara setiap caleg. Jika diasumsikan setiap partai ditingkat Kabupaten/Kota ada 3 caleg, maka harus menghitung sejumah 3 x 34 partai = 102 kolom. Jika diasumsikan untuk tingkat propinsi juga 3 caleg setiap partai maka ada 102 kolom, demikian juga untuk tingkat pusat juga diasumsikan sama maka ada 102 kolom. Jika ditotal setiap TPS akan mengisi sejumlah 3 x 102 kolom = 306 kolom.

Para saksi dituntut untuk bekerja  ekstra untuk mengawasi agar tidak salah dalam penghitungan…

Wah sebuah pesta yang betul-betul pesta, pesta kolom tabulasi caleg….

Semoga diberi kesabaran dan kekuatan para petugas TPS dan saksi.. semoga sukses.

About me