Penipuan dengan Menebar cheque 4,7 Milyar

Akhir penghujung 2008, Modus Kejahatan dengan menggunakan sarana Handphone dan ATM telah berkembang dan berubah dengan menebar Amplop berisi Cheque sebesar 4,7 Milyar. Modus ini telah menyebar ke berbagai kota: Bengkulu, Balikpapan, Tuban, Bogor Jogja, dll.

Beberapa hari yang lalu salah satu Amplop tersebut berada di depan pagar rumah saya. Saat saya buka Pagar pagi hari, ada amplop coklat bersampul plastik secara rapi terletak di pagar luar.
Saya ambil dan saya buka Amplop tersebut.

Pertama buka, memang membuat saya kaget. Ada surat penting dan ada chequenya sebesar 4,7 Milyar.  Wauuuu.. jumlah yang sangat besar, jatuh di depan rumah.

Jatuh atau dijatuhkan atau diletakkan?

Mulanya saya pikir ini ada orang tidak hati-hati bawa dokumen penting. Namun tidak begitu saja langsung saya percaya, selanjutnya muncul rasa curiga dalam beberapa hal:

  • Kertas yang tertera dalam isi amplop memiliki ketebalan yang sama dan halusnya juga sama. Padahal seharusnya memiliki ketebalan yang berbeda karena dikeluarkan oleh 3 lembaga: BPN, BANK BRI, dan yang mengelurkan SIUP.
  • Setelah dilihat dari sebalik setiap kertas nampak beberapa bagian tembus dari hasil cetak. Dugaan, semua kertas di cetak dengan printer berwarna dan  menembus ke bagian belakang kertas.
  • Warna Hitam semua tulisan di setiap kertas tidak warna Hitam Pekat, tetapi agak sedikit kabur lebih dekat ke warna biri tua.
  • Tulisan  BRI cabang “Manokwari” dan jumlah uang :”Empat Milyar Tujuh ratus juta rupiah” yang ada di cheque pakai komputer, dengan font latin dan mirip tulisan tangan yang bagus dan rapi.
  • Nama pada cheque masih kosong.
  • Background Logo Bank BRI pada cheque kabur dan tulisan yang menimpanya nampak daatr dan seolah bukan tulisan yang saling menimpa.
  • Amplop beserta isinya nampak masih rapi tidak ada bekas lipatan atau sedikit kusut, padahal semua isinya tertanggal tahun 2007.

Jika dilihat sekilas dan jika diterima oleh orang yang belum pernah melakukan pekerjaan cetak kertas dengan printer berwarna,  serta belum pernah melihat cheque asli yang dikeluarkan oleh bank, maka akan tertipu dan percaya. Hal itu bisa dilihat pada berita di berbagai daerah dibawah.
Alhamdulillah, dengan berbekal pada pengalaman maka saya bisa melihat ini semua dokumen tersebut hanya rekayasa atau palsu.

Ketika No HP yang tertera dalam amplop saya coba hubungi selalu dalam keadaan mati.

Amplop coklat tersebut berisi 3 lembar: Surat BPN, SIUP, dan Cheque.

Tadi malam saya cari di google tentang nama perusahaan yang ada di dokumen. Nama perusahan secara real ada dan terdaftar di Yellowpages.

Namun selebihnya, ternyata ketemu juga dengan adanya laporan tentang ampol yang sama di berbagai kota. Dan oleh pihak keplisian setempat dinyatakan sebagai modus kejahatan baru.

Baca di berita berikut:

  1. http://www.jawapos.co.id/radar/index.php?act=detail&rid=53396
  2. http://www.harianrakyatbengkulu.com/ver2/mod.php?mod=publisher&op=viewarticle&artid=2125
  3. http://www.radar-bogor.co.id/?ar_id=MjI1ODg=&click=MTEz
  4. http://www.metrobalikpapan.co.id/berita/index.asp?IDKategori=1&id=13378
Amplop berisi cheque 4,7 Milyar

Amplop berisi cheque 4,7 Milyar

About me