Perpanjang SIM: Cepat, Mudah dan Murah.

Minggu kemarin saya perpanjang SIM C. Sebenarnya sudah lama lebih dari 6 bulan SIM C habis masa berlakunya. Belum sempat mengurus, terbayang kalau mengurus itu harus antri lama, rasanya belum sempat untuk antri….lama-lama. Karena mau ganti tahun,.. disempat-sempatkan mengurus SIM.

Jam 11.45 datang ke Polres Sleman, masuk lokel I beli formulir.

“Pak minta foto copy KTP dan SIM C yang lama…., silakan di depan itu pak Foto Copynya.. Cepet pak.. hampir tutup..”, kata petugas Loket I. Memang Loket tutup jam 12.00. Masih ada sekitar 15 menit…

Setelah fotocopy KTP dan SIM menuju loket I lagi…, diterima petugas, dengan menyerahkan uang Rp 60.000,- (Tarif perpanjangan Rp 60.000, kalau baru Rp 75.000) untuk biaya Formulir.

“Silakan duduk, tunggu panggilan…”, kata petugas…

Sambil mengamati suasana orang lain yang juga sibuk ngurus SIM dan sambil mendengarkan panggilan yang berganti-gantian dari masing-masing loket memanggil warga yang mengurus SIM juga.

Kebetulan hari sudah siang jadi tidak terlalu sibuk… tinggal sekitar 15 orang.. yang masih ada di ruang tunggu.

Akhirnya datang juga panggilan, diminta menuju loket II.

“Bapak sekarang ke bagian periksa kesehatan, di seberang jalan.., segera ya..”. Kata petugas Loket II. Memang syarat pendaftaran: FotoCopy KTP, dan FC SIM Lama, ditambah keterangan sehat dari Dokter.

Sedikit tergesa, menuju bagian Periksa kesehatan… wah lumayan.. untuk olahraga. Sekitar 300 M dari Loket, berjalan ke bagian periksa kesehatan.

“Siang Bu, mau periksa kesehatan….”.

“Silakan duduk pak…..”, kata dokter, ” bisa pinjam KTP pak ….”.

Saya serahkan KTP, dan sambil menuliskan data dr KTP ke formulir, diminta baca huruf yang ada didepan saya, di atas meja. ” Silakan dibaca pak… angka dari kiri ke kanan..”.

Selesai menyebutkan, “Bapak tidak buta warna…, silakan baca huruf yang ada di depan pak..” Sambil meminta pakai kacamata yang telah disediakan khusus tes mata. Kacamata pertama lubang sebelah kanan terbuka dan sebelah kiri tertutup, kacamata kedua sebaliknya…

Setelah bisa baca semua huruf.. kemudian tes tekanan darah, ” 110, 70….”, kata mbak yang melakukan tensi. “Tinggi berapa pak, Berat berapa pak ?”, tanya petugas.

“170 cm, 67″, jawabku.

” Dua puluh ribu pak..” nah itu kata akhir dari mengurus surat Kesehatan.

Semua berlangsung dengan lancar.

Kembali menuju ke loket lagi, Surat Keterangan kesehatan saya serahkan di loket II dan diminta menunggu lagi…

Tidak lama kemudian, Loket III memanggil dan petugas menyerahkan map biru berisi formulir, dan resi pembayaran serta berkas yang saya kumpulkan. “Silakan diisi.. formulir ini, lihat contoh di tempat pengisian…, setelah selesai mohon diserahkan ke sini lagi..”.

Ternyata mengisi sedikit perlu ketelitian…, tapi dengan kebiasaan mengisi formulir atau membuat form isian website maka tidak ada yang sulit.. perlu 4 menit untuk mengisi, dan selesai.

Semua pertanyaan jelas dan mudah diisi dengan data KTP.

Akhirnya, map biru dimasukkan ke Loket III, setelah diperiksa tidak ada yang salah. “Silakan tunggu panggilan di loket V”.

Tahap pengisian formulir sudah selesai….

Sambil melihat acara di TV,…. tidak lama panggilan dari loket V diminta untuk masuk.

Ruang pertama, diminta tanda tangan di kertas yang sudah disediakan untuk discan dan dicetak di SIM. Selesai tandan tangan kertas diserahi map biru tadi, setelah kertas tanda tangan diselipkan di dalam.

Sambil membawa map biru masuk menuju ruang Foto. Sampai di dalam ada seseorang yang sedang di proses untuk di Foto.

“Selanjutnya..”

Nah ini giliran saya,…

Berkas saya serahkan, dan dicocokkan dengan data yang ada dikomputer. setelah mencari data saya, petugas sambil membacakan data-data pribadi untuk dikonfimasi. Setiap data yang benar saya katakan “Betul…..” hingga semua data terbaca.

Selanjutnya, kata petugas foto meminta jempol untuk diambil sisik jarinya.

“Jempol kiri…. silakan ditempel”, kemudian ” Ganti jempol kanan”. Proses pembacaan sidik jari dengan scanner.

“Lihat kamera…” aba-aba petugas untuk mengabil gambar.

“Cukup…. silakan keluar, menunggu panggilan”. Proses pembuatan SIM sudah selesai. Tinggal menunggu penyerahan SIM.

Dari proses perpanjangan SIM ternyata tahun ini keterlambatan dalam batas satu tahun masih bisa diperpanjang tanpa UJIAN Teori dan Praktek.

Biaya yang dikeluarkan untuk memperpanjang SIM juga murah: RP 60.000 (formulir) + Rp 500 (foto copy KTP + SIM) + Rp 20.000 (surat keterangan sehat) + parkir + minum (kalau haus), :)

Waktu proses juga sudah sangat efektif, hanya diproses selama kurang lebih 30 menit sudah selesai.

Tip khusus untuk di Polres Sleman, Kalau mau lebih cepat dengan hasil yang memuaskan dimulai dengan urutan sbb:

  1. Bawa Fotocopy KTP dan SIM. Pastikan KTP masih berlaku.
  2. Periksa kesehatan di seberang jalan Kantor Polres Sleman, pintu warnah hijau. Berdampingan dengan kursus STIR MOBIL D 3 w 1.
  3. Masuk halaman Kantor, parkir kendaraan. Roda dua dari pintu masuk lurus ke depan ( menuju Timur), Roda empat di depan Kantor Polres.
  4. Menuju Loket I, untuk memulai proses. Bawa uang pas saja: Rp 50.000 + Rp 10.000. Jangan bayar pakai uang Ribuan 60 lembar, agar lebih efisien.. he..
  5. Mengisi Formulir, baca dengan cermat, seputar data KTP dan data nama Orang tua. Bawa Bolpoint sendiri agar tidak bingung cari pinjaman bolpoint. Meskipun sudah disediakan tetapi saya cek sudah banyak yang habis atau hilang (tinggal tali saja, bolpoint sdh lepas).
  6. Selanjutnya ikuti proses.. kira-kira 15-20 menit akan selesai proses sampai Anda membawa pulang SIM yang sudah baru.
  7. Saat mau Foto, pastikan tampilan yang Anda sukai. Maklum SIM akan berlaku paling tidak 5 tahun, lebih enak dilihat kalau tampilan fotonya menarik. Disana tidak ada peminjaman dasi atau jas, apalagi minyak rambut… hehe.. Yang ada cuma cermin dan sisir. Yang penting rapi sudah cukup.
  8. Sebaiknya memakai baju selain biru, agar nampak kontras dengan background, lebih menarik. Kain background yang ada kayaknya hanya berwana biru berlogo Polres, tidak ada warna lain.
  9. Saat menunggu jangan serius nonton TV meskipun acaranya menarik, tetap dengarkan panggilan dengan cermat.
  10. Bagi yang punya dan bawa anak kecil, sebaiknya ada orang lain untuk mengasuh atau ajak mainan.

Itu… pengalaman mengurus perpanjangan SIM di Polres Sleman.

Bayangan antrian panjang dan lama ternyata tidak terbukti. Mungkin waktu itu sudah siang hari.. kalau lebih pagi disaat banyak yang mengurus perlu dicek apa cepat juga. Namun nampaknya antisipasi agar tidak terjadi antrian lama sudah dipersiapkan dengan banyaknya petugas entri data, sekitar 6 orang. Dan kalau dilihat data yang diisikan tidak banyak, mungkin meskipun agak pagi juga tetap lancar. Semoga begitu….

Selamat memperpanjang SIM bagi yang akan habis masa berlakunya, apalagi yang sudah mati tahun ini segera mengurus. Tidak perlu takut lama… sekarang sudah cepat dan lancar.

Yang mau Buat SIM baru tunggu tulisan selanjutnya akan saya sampaikan.

About me