Songsong Muktamar Muhammadiyah

Muhammadiyah didirikan di Kampung Kauman, Yogyakarta, pada 8 Dzulhijjah 1330, bertepatan dengan tanggal 18 November 1912, oleh seorang pegawai kesultanan Kraton Yogyakarta bernama Muhammad Darwis. Tokoh ini di kemudian hari dikenal dengan sebutan KH Ahmad Dahlan.

Bertepatan dengan usia yang ke 100, Muktamar  Muhammadiyah  diselenggarakan di Yogyakarta, kota kelahirannya.

Logo Muktamar Muhammadiyah ke 46

Logo Muktamar Muhammadiyah ke 46

Untuk menyongsong agenda besar Muktamar Muhammadiyah tersebut, Ketua PP Muhammadiyah, Pak Din Samsudin mengajak seluruh warga Muhammadiyah meningkatkan prestasi. Pak Din juga menegaskan, adalah sangat penting bagi Muhammadiyah untuk menjadi bagian dari solusi bagi persoalan yang dihadapi bangsa ini.

“Saya berharap, mulai saat ini Muhammadiyah harus bisa ikut menyelesaikan persoalan-persoalan bangsa. Kita selama ini mungkin baru menjadi part of the problem, atau bagian dari masalah, dari sekian persoalan bangsa,” ucapnya.

Ditengah perkembangan dunia Islam yang memunculkan berbagai aliran dan paham keislaman serta gerakan Islam, Muhammadiyah harus bisa menjaga semangat dakwah Islamiyah yang tidak terkotori oleh kepentingan kelompok atau golongan yang akan memanfaatkan Muhammadiyah sebagai kendaraan untuk merusak Islam.

Semoga Muktamar Muhammadiyah ke 100 ini, betul-betul menjadi wadah bagi warga Muhammadiyah seluruh Nusantara bisa menjadi wahana Silaturrahmi dan membangkitkan semangat dakwah yang mengacu pada Alqur’an dan Sunnah Rasululah SAW.

Meskipun berada ditempat yang berjauhan setiap kita dapat berpartisipasi dengan menjadi peserta Mukatamar Muhammadiyah yang baik dan ikut menyemarakkannya, dapat pula dengan ikut menginfakkan penghasilannya untuk dana Muktamar Muhammadiya. Jika ada yang ingin berkunjung ke acara  untuk ikut suskeskan Muktamar Muhammadiyah , maka sebaiknya mempersiapkan informasi tentang Lokasi Muktamar Muhammadiyah berlangsung secara tepat sehingga tidak teringgal acara.

Mari kita songsong Muktamar Muhammadiyah dengan semangat UKHUWAH ISLAMIYAH dan penuh ikhlas.

About mdin