Teknik Autoblogging Untuk Mengisi Blog Tanpa Kerja

Beberapa tahun terakhir, dunia blogging semakin semarak.  Dengan dikenalnya wordpress dan CMS lain yang mulai mengenalkan blog ke pengguna internet meningkatkan jumlah domain dan tulisan yang tersimpan di server-server dunia. Sudah tidak dapat dihitung berapa milyar karakter yang tersimpan di server perharinya, atau per jam, menit dan detiknya.

Seiring dengan ngeblog semakin populer banyak orang yang ingin mencoba. Tetapi tidak semua yang membuat blog siap dengan ketekunan mengisi blognya. Akibatnya blognya seperti tidak terawat dan lama-lama jika diamati tidak ada pengunjungnya.

Dengan kondisi seperti itu memunculkan gagasan dari pengguna blog juga yang kemudian membuat inovasi untuk menghidupkan blog tapi tanpa harus bekerja. Dengan secara otomatis blog akan terisi artikel dan menampakkan seolah-olah blognya dikelola dengan baik.  Autoblogging, merupakan istilah yang dipilih untuk menggantikan nama aktifitas sistem pengisian blog secara otomatis itu.

Secara etika, autoblogging bisa dibilang tidak begitu bagus. Karena kita sebenarnya tidak menulis tetapi hanya mencopy milik orang lain dan ditampilkan di blog kita. Agar tidak dikatakan sebagai plagiator posting, maka sebaiknya author disertakan dalam postingan. Secara teknis memang kelihatan ampuh dan manjur untuk memperlihatkan bahwa blog kita penuh dengan postingan.

Namun efek dari autoblogging tidak selalu sebanding dengan jumlah pengunjung yang mampir di blog kita. Kadang-kadang isi dari postingan tidak sejalan dengan misi blog kita. Mungkin bisa dibilang kehilangan karakter atau jiwa kita. Blog kita seperti papan yang bisa diisi dengan apa saja dan tanpa harus menunjukkan tujuan adanya papan itu dibuat.

Cara kerja autoblogging yaitu kita memilih situs yang dapat memberikan artikelnya secara penuh melalui RSS. Dengan teknik parsing maka RSS yang kita terima akan dipostingkan ke blog kita sesuai dengan data aslinya.

Kalau di WordPress, seperti yang digunakan pada umumnya para autoblogging, perangkat yang digunakan untuk melakukan autoblogging dilakukan oleh plugin yang sudah diintsall dalam blog dan diaktifkan. Dengan melakukan setting pemilihan sumber yang akan dijadikan sumber, dan kategori yang dipilih untuk menentukan fokus artikel yang diambil, serta menentukan periode pengambilan artikel berapa durasinya bisa jam bisa juga hari. Maka plugin tersebut akan bekerja dengan patuhnya.

Sehingga dengan tanpa memikirkan kapan harus posting atau apa yang harus dipostingkan, maka autoblogging akan mengerjakan semua itu.

Nampaknya menyenangkan ya.. silakan dicoba.

About mdin