Waspada terhadap tindak kejahatan berbasis Teknologi Internet dan Komunikasi

Kini telah hadir di tengah masyarakat berbagai tindak kejahatan yang menggunakan sarana teknologi Internet (website) dan Komunikasi (email, sms, sosial media).

tertipu-bisnis-onlineTindak kejahatan berbasis internet biasanya dengan munculnya website tipuan (toko online, promosi di facebook, iklan online) yang berisi informasi penjualan barang-barang yang sangat digemari dan sedang ngetrend dimasyarakat seperti handphone, smartphone, tablet, laptop dan kamera digital beserta aksesorisnya dengan harga yang menarik.

Memang masyarakat kita termasuk senang dengan barang (produk) baru yang dikatakan ngetrend dan “canggih”, tapi disisi lain ingin yang harganya murah, bisa dengan diskon, promo, atau penjualan grosiran.

 

Ada semacam kebanggaan kalau dapat barang yang bagus, canggih tetapi harganya murah karena ada diskon atau promo atau ketemu dengan penjual yang berani jual murah (ambil untung sedikit).

Sikap yang demikian itu merupakan peluang yang dimanfaatkan oleh orang yang ingin dapat uang dengan cara tidak halal, illegal dan tidak jujur dengan memunculkan perilaku penipuan.

Kini  marak sistem belanja online atau bisnis online baik yang diiklankan melalui tv, radio, internet, brosur, majalah, koran, sms  serta email.  Maraknya bisnis tersebut  karena sejalan dengan semakin meluasnya masyarakat pengguna gadget yang dapat mengakses internet dengan didukung hampir semua provider telekomunikasi dengan paket internet  murah biayanya dan mudah aksesnya.

Penipu melakukan aksi penipuan tentu dengan pendekatan untung-untungan. Artinya aksinya itu dikatakan beruntung (untung versi penipu padahal faktanya si penipu telah berbuat yang menyusahkan orang lain dan berakibat masuk neraka) kalau ada orang yang masih lugu ( mudah dipengaruhi) tertarik dengan iming-iming yang ditawarkan dan mau mengikuti perintah dari tulisan di web atau info via sms atau email.

Selama masyarakat tidak tergesa-gesa dan tidak mudah percaya dengan iming-iming tapi waspada dan hati-hati serta banyak bertanya sebelum membeli atau transaksi maka penipu akan “ngenes” alias gagal aksinya.

Jika ingin belanja online jangan cepat mengambil keputusan sebelum mencermati dan mengetahui jati diri pemilik web atau pemilik informasi. Untuk mengetahui jati diri bisa dengan melacak dari data yang ditampilkan di web melalui “mbah” google. Banyak info yang bisa ditampilkan atau didapat dari hasil pelacakan Mb Google. Jika tidak ada informasi tentang kekecewaan orang lain dari bisnis yang ditawarkan ada kemungkinan memang bisnisnya benar, atau memang tidak ada yang tertarik bisnis itu sehingga tidak info sama sekali.

 

About mdin