Waspadai Bahaya kejahatan via Facebook

Seiring dengan perkembangan facebook di Indonesia yang didongkrak oleh kasus cicak-buaya, makanya hingga kini facebook dijadikan jargon bagi produsen Handphone (ponsel) untuk melariskan dagangannya, maka selain manfaat yang didapat ternyata juga diliputi oleh kasus-kasus kejahatan.

Kasus kejahatan yang banyak terjadi yaitu masalah pergaulan remaja putri dengan teman kenalan via jejaring sosial ini.

Jadi jangan bangga kalau punya facebook tetapi ternyata tidak bisa jaga diri. Atau hati-hati kalau punya putri atau putra dan punya account di facebook agar diawasi dan dipantau.

Kasus kejahatan yang sudah sering terjadi menimpa remaja putri yang sedang ingin mencari kekasih. Merasa begitu mudah bisa dapat teman di facebook ternyata tidak waspada terhadap kelemahan dari jejaring sosial tersebut.

Yang perlu diwaspadai yaitu fasilitas facebook yang mengandung kelemahan yaitu bisa memunculkan pribadi palsu.

Facebook tidak bisa menjamin bahwa yang anggota aktif adalah pribadi seseorang yang sesungguhnya. Pada saat mendaftar tidak dapat dipastikan bahwa pendaftar adalah seseorang yang memiliki data yang sesungguhnya. Mulai dari data pibadi, sekolah dan sebagainya hingga foto yang dipajang.

Semua data dapat dipalsukan dan tentu sosok pribadi yang palsu ini bisa berperan sebagai apa saja sesuai yang diinginkan oleh pembuatnya.

Yang bahaya adalah penjahat yang berniat untuk menjaring mangsanya dengan menampilkan sosok yang mempesona bagi calon mangsa. Tentu ini sangat bahaya jika para remaja putri tidak waspada akan bahaya dari kelemahan sistem facebook ini. Pada saat si putri kesayangan orangtua mendapat kenalan yang sesuai dengan harapannya, maka biasanya akan sangat bersuka cita jika bisa komunikasi secara intensif dan secara diam-diam tanpa diketahui oleh orang lain. Seperti memperoleh durian runtuh, atau seperti botol ketemu dengan tutupnya.

Tetapi ternyata kesenangan si putri itu bukanlah sebuah kesenangan yang sejati karena ternyata durian runtuh tersebut bukan durian yang diharapkan namun sebuah ranjau berbentuk durian.

Kasus yang sudah kita dengar yaitu bahwa banyak remaja putri hilang atau pergi beberapa hari tanpa diketahui keberadaannya setelah kencan dengan pria kenalannya via facebook. Apa yang terjadi jika seorang remaja yang pergi tanpa pendamping bersama laki-laki yang baru dikenalnya? Ujung-ujungnya yaitu terjadinya pelecehan seksual.

Bukan kesalahan facebook pada posisi saat ini, tetapi peran dari guru dan orang tua sangat penting untuk memahamkan kepada anak didik dan mengawasi gerak-geriknya. Pola hubungan komunikasi antara anak dan orang tua harus dijaga dengan baik. Jangan sampai anak dibiarkan mengelola facebooknya tanpa ada pendampingan. Yang utama adalah memberikan pemahaman dan kesadaran akan bahaya berteman via facebook.

Bagaimana cara menangkal kejahatan via facebook?

Kita sharing di posting berikutnya… !

About mdin