Pemilik Wikileaks diburu oleh pemerintah Negara

Baru saja melihat TV swasta MetroTV Berita malam, yang memberitakan tentang postingan  informasi rahasia yang terjadi antar negara. Informasi itu diperoleh dari situs wikileaks. Menarik dengan berita tersebut maka saya buka di internet.

Ternyata, wikileaks telah menjadi pembicaraan penting terutama bagi para pejabat negara. Entah apa karena isi situs itu benar dan bersifat sangat rahasia atau sekedar isu yang membahayakan hubungan antar negara.

It is preparing to unveil a new set of US secret documents which it says are bigger than past releases on Afghanistan and Iraq. Last month, Wikileaks posted online almost 400,000 documents detailing events in Iraq after the 2003 invasion, months after releasing some 90,000 secret records of US military incident and intelligence reports about the war in Afghanistan.

http://www.bbc.co.uk/news/technology-10757263

Saya cek di wikilekas.org ternyata sudah mati.

Sudah dimatikan oleh Amazon sebagai penyedia jasa hosting tempat nongkrongnya wikileaks

sumber: http://www.reuters.com/article/idUSTRE6B05EK20101202

Tapi  dari hasil googling  websitenya sudah aktif dengan alamat IP bukan dengan nama domain.

Wah asyik .. lihat perburuan informasi di era teknologi Informasi.

Pemerintah berbagai negara bisa terancam gara-gara informasi rahasia yang jatuh ke tangan pihak yang tidak suka dengan rahasia.

Ternyata ada posting di wikileaks yang menyinggung dengan pemerintah Amerika yaitu dari Kedubes US. Waduh itu informasi rahasia jadi tidak rahasia lagi. Jumlah informasinya tidak tanggung-tanggung sebesar 250 ribu dokumen.

Kita lihat siapa sih yang membuat? Sebenarnya itu sebuah organisasi non profit yang memiliki keinginan keterbukaan manajemen negara,… apa bisa ya.. negara tanpa rahasia? Kalau dilihat dari daftar penerima donasi yang dicantumkan dalam situs barunya yang tanpa domain name itu ada 4 negara yang digunakan sebagai penerima uang yaitu, swiss, iceland, jerman dan australia.

Dan sebagai cara pengiriman uang sementara menggunakan beberapa cara yaitu, transfer via kartu kredit, kirim via surat, dan transfer bank. Transfer via paypal sudah tidak bisa seperti berita yang ada di http://www.readwriteweb.com

Dari hasil traceroute hilang datanya pada beberapa hop hingga ke server. Sedangkan service pada server hanya mengaktifkan port 80 yaitu untuk menghidupkan web server, sedangkan ftp, smtp dan pop3 mati.

Mereka bilang membayar pakar TI untuk menjaga agar servernya tetap hidup meskipun tanpa domain name. Nampaknya memang sudah disiapkan jauh-jauh hari dengan adanya backup data dan server sehingga ketika domain namenya dimatikan oleh Amazon pada sekitar akhir  Nopember 2010, pada tanggal yang sama sudah aktif dengan IP Address.

Ini ada tambahan berita dari hasil googling..

Julian Assange’s Swiss bank account closed
The Guardian
The international pressure on Julian Assange increased today after the banking arm of the Swiss post office announced that it had closed the WikiLeaks founder’s account because he had given “false information”. “PostFinance has ended its business
Arrest warrant for Wikileaks founderBBC News
Swiss Freeze WikiLeaks Bank AccountNew York Times
Swiss bank closes WikiLeaks accountAljazeera.net

Apa komentar Anda ????

About mdin